UTS Kewirausahaan

Standar

UJIAN TENGAH SEMESTER

Nama : Farid Nur Shofiah
Nirm : 4322310030004
Semester : IV (Empat)
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Program : Pendidikan Sejarah

Soal !

1. Satu-satunya orang yang tidak membuat kesalahan adalah orang yang tidak berbuat apa-apa jangan takut kepada kesalahan dengan syarat anda tidak mengulangi kesalahan yang sama bagaimana komentar anda ?
2. Jelaskan definisi kewirausahaan berdasarkan tiga pendekatan, yaitu ekonomi, psikologi, dan bisnis menurut robert D. Hisrich ?
3. Jelaskan karakteristik profil dan ciri wirausaha yang menonjol ?
4. Jelaskan tentang perbedaan antara enterepreneur dengan manager ?
5. Semakin memburuknya kondisi sektor manufakur berdampak pada rendahnya penciptaan kesempatan kerja. Kesempatan kerja di sektor perdagangan mengalami penurunan terbesar. Hal ini terjadi karena semakin terpuruknya lapangan usaha perdagangan usaha skala kecil yang berjumlah banyak di ganti oleh pesatnya ekspansi perdagangan besar (hypermarket). Bahkan pemerintah memudahkan pemberian fasilitas bagi pengusaha hypermarket tanpa mempertimbangkan bangkrutnya pengusaha kecil yang telah berdiri disekitarnya. Menurut pendapat Anda, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah agar pedagang/pengusaha kecil, baik karena faktor permodalan maupun manajemen yang kurang profesional, agar tidak terjepit oleh pesatnya pertumbuhan pengusaha hypermarket?

Jawaban !

1. Orang yang sukses adalah orang yang berani berbuat salah dan memperbaiki kesalahannya, jadi dalam kehidupan ini kita harus berani untuk melakukan sesuatu hal dan jangan memikirkan salah atau benar, dan jika kita melakukan kesalahan kita harus berani memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan berbuat kita akan tahu salah atau benar yang kita perbuat. Dalam menjalankan kewirausahan kita harus berani mengambil resiko kesalahn yang kita perbuat, karena dengan itu kita bias mencapai kesuksesan. Ingat ada pepetah yang mengatakan bahwa “KEGAGALAN ADALAH KESUKSESAN YANG TERTUNDA”.

2. Kewirausahaan (Entrepreneur) adalah seseorang yang melahirkan usaha baru. Dan seseorang yang berani dalam mendirikan usaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri, sikap mental yang tidak tergantung pada orang lain, dan penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.
• Ekonomi : kewirausahaan ditekankan pada identifikasi peluang yang terdapat pada peran serta membahas fungsi inovasi dari wirausaha dalam menciptakan kombinasi sumber daya ekonomis sehingga memperngaruhi ekonomi secara keseluruhan.
• Psikologi : wirausaha sebagai seseorang yang secara khusus diarahkan oleh kekuatan tertentu, menginginkan untuk memperoleh atau mencapai sesuatu dengan tidak tergantung pada orang lain.
• Bisnis : wirausaha sebagai orang yang menciptakan peluang kerja bagi orang lain, sumber pemasok barang keperluan konsumen, siap bersaing dengan orang lain dan berani mengambil resiko.

3. Menurut Richard dan Kuratko (1995:31-38) terdapat sepuluh karakteristik wirausaha yang penting untuk keberhasilan bertahan usaha. Meskipun tidak semua pemilik memiliki watak atau karakteristik wirausaha tersebut. Kesepuluh karakteristik tersebut adalah:
• Technical Competence : Karakteristik paling penting untuk sukses dalam usaha kecil adalah kemampuan teknikal. Para pemilik perlu mengetahui apa yang sedang mereka kerjakan.
• Mental Ability : Kemampuan mental didefinisikan sebagai kapasitas untuk mengetahui atau mengerti. Wirausaha menggunakan kemampuan mental ini untuk mengembangkan strategi-strategi tersebut, pemilik seharusnya memiliki kemampuan untuk memandang luas (generalist), pengetahuan umum ini membantu pemilik-manajer mengerti bagaimana semua pekerjaan tersebut saling berhubungan, yang diperlukan untuk mengembangkan objek dan rencana bisnis secara keseluruhan.
• Opportunity Orientation : Satu pola yang jelas di antara wirausaha-wirausaha sukses yang pikirannya berkembang adalah fokus mereka lebih kepada peluang daripada sumber daya, struktur atau strategi. Mereka mulai dengan peluang dan membiarkan pengertian mereka terhadap peluang tersebut menuntun hal-hal lain yang penting. Mereka berorientasi pada tujuan dalam pencarian peluang.
• Inisiative and Responsibility : Wirausaha memiliki kemauan untuk menempatkan diri mereka dalam situasi-situasi dimana mereka bertanggung jawab secara pribadi terhadap kesuksesan atau kegagaln akan jalannya operasi usaha. Mereka suka mengambil inisiatif dalam memecahkan suatu masalah atau mengisi kekosongan dimana kepemimpinan tidak ada. Mereka juga menyukai situasi dimana pengaruh pribadi mereka atas masalah-masalah dapat diukur. Hal ini merupakan tindakan alami wirausaha dalam mengemukakannya.
• Integrity and Reliability : Keyakinan wirausaha-wirausaha bisnis kecil menemukan bahwa jujur dan dapat dipercaya merupakan hal yang sangat penting menuju sukses.
• Tolerance for Failure : Wirausaha-wirausaha menggunakan kegagalan sebagai suatu pengalaman. Masalah coba-coba (trial and error) dalam menjadi wirausaha sukses membuat penurunan dan ketidakpuasan yang seriu bagi bagian yang utuh dari proses belajar. Wirausaha-wirausaha yang paling efektif cukup realitas untuk menerima kesulitan-kesulitan seperti itu. Lebih jauh lagi, mereka tidak menjadi kecewa, kecil hati atau depresi karena suatu penurunan atau kegagalan. Dalam waktu-waktu yang tidak tepat dan sulit, mereka mencari peluang. Banyak dari mereka percaya bahwa mereka dapat belajar lebih banyak dari kegagalan awal mereka daripada sukses pertama mereka.
• Internal Locus of Control :Wirausaha sukses akan percaya pada diri mereka sendiri. Mereka tidak percaya bahwa kesuksesan atau kegagalan usaha mereka ditentukan oleh nasib, keberuntungan atau hal-hal yang semacam itu. Mereka percaya bahwa keberhasilan dan penurunan berhubungan dengan kontrol dan pengaruh mereka sendiri dan bahwa mereka dapat mempengaruhi hasil dari tindakan-tindakan mereka.
• Human Relations Skills : Wirausaha yang sukses memiliki kemampuan yang baik dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Karena itu, mereka tahu bagaimana bergaul dengan orang lain, termasuk karyawan mereka, rekan bisnis, suplier,dan pelanggan.
• High Achievement Drive : Merupakan suatu pengukuran keberhasilan wirausaha. Wirausaha berorientasi pada tindakan dan mengukur pekerjaan mereka dengan prestasi yang dicapai. Adapun tujuannya adalah untuk mencapai suatu kenyataan yang akurat, sehingga dapat dipercaya dan tidak diragukan.
• Creativity : Kemampuan untuk mengolah atau memproses informasi sedemikian rupa, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru, orisinil (asli), serta penuh arti.

Ciri – ciri wirausaha yang menonjol adalah :
• Percaya diri adalah sikap yang harus dimiliki seseorang dalam melakukan atau menjalankan usahanya. Kepercayaan diri berpengaruh pada gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja keras, dan kegairahan berkarya.
• Berorientasi tugas dan hasil, adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik, dan berinisiatif. Berinisiatif adalah keinginan untuk selalu mencari dan memulai dengan tekad yang kuat.
• Keberanian mengambil risiko tergantung pada daya tarik setiap alternatif, persediaan untuk rugi, kemungkinan relatif untuk sukses atau gagas dan ditentukan oleh keyakinan diri, kesediaan untuk menggunakan kemampuan, kemampuan untuk menilai risiko.
• Kepemimpinan kewirausahaan memiliki sifat-sifat kepeloporan, keteladanan, tampil berbeda, lebih menonjol dan lebih menonjol, mampu berfikir divergen dan konvergen.
• Berorientasi ke masa depan adalah perspektif, selalu mencari peluang, tidak cepat puas dengan keberhasilan dan berpandangan jauh ke depan.
• Keorisinilan : kreativitas dan keinovasian (Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir yang baru dan berbeda, sedangkan keinovasian adalah kemampuan untuk bertindak yang baru dan berbeda). Rahasia kewirausahaan dalam menciptakan nilai tambah terletak pada penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan persoalan dan kreativitas. Ciri-ciri kepribadian kreatif terletak pada keterbukaan, kreativitas, kepercayaan diri dan kecakapan, kepuasan, rasa tanggung jawab, dan penuh daya imajinasi.

4. Manager adalah seseorang yang mahir dalam menjalankan sebuah usaha. Ia terampil merencanakan dan mengarahkan proses dan sumber daya sehingga suatu usaha berjalan secara efektif dan efisien. Entrepreneur adalah seseorang yang melahirkan usaha baru. Dan seseorang yang berani dalam mendirikan usaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri, sikap mental yang tidak tergantung pada orang lain .
Intinya tidak semua orang berbakat atau bisa menjadi entrepreneur. “kemampuan/bakat” yang kita miliki serta “usaha dan kerja keras” yang kita lakukan.
Jadi, perbedaan antara manajer dengan entrepreneur adalah terletak pada kewenangannya dimana manajer mempunyai kewenangan memanfaatkan Artinya bukan semua orang tidak bisa menjadi pengusaha (entrpreneur) tapi tidak semua orang mempunyai keahlian (entrepreneurship) yang handal. Tapi untuk menjadi sukses banyak jalan untuk mencapainya sesuai sumber daya manusia yang ada, sedangkan kewirausahaan lebih mengutamakan “kekuatan sendiri”.

5. Menurut saya yang harus dilakukan pemerintah adalah memberikan modal pinjaman kepada usaha kecil dan menengah tanpa jaminan dan bunga, serta memberikan pelatihan kewirausahaan kepada usaha kecil dan menengah. Pemerintah pun memudahkan pemberian fasilitas bagi pengusaha kepada usaha kecil dan menengah dan pemerintah pun harus mempertimbangkan bangkrutnya pengusaha kecil yang telah berdiri disekitarnya dengan adanya perdagangan besar (hypermarket).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s